lowongan, lowongan kerja, loker, lowongan online, kerja, portal lowongan, cari kerja, cari lowongan, cari lowongan kerja, lowongan kerja online, pasang iklan lowongan kerja, lihat CV Pencari Kerja, karir

Mendaftar Info Lowongan Terbaru untuk Pencari Kerja dan Perusahaan Login

KAPAN SAYA DAPAT THR ?

Dipasang: 08-06-2017
Sebentar lagi Hari Raya Idul Fitri tiba, seperti tahun-tahun sebelumnya tentu setiap karyawan mengharapkan Perusahaan memberikan tunjangan tambahan untuk merayakan hari besar keagamaan ini. Bersyukur bahwa kita hidup di Indonesia yang Pemerintahnya memperhatikan nasib karyawan, dengan mengharuskan Perusahaan memberikan THR setiap menjelang hari raya keagamaan.

Tanya jawab yang diuraikan berikut ini mudah-mudahan dapat memberikan wawasan yang lebih baik mengenai hak Anda untuk mendapatkan THR :

1. Kapan saya akan menerima THR ?
Perusahaan / Pemberi Kerja harus membayarkan Tunjangan Hari Raya selambat-lambatnya 7 (tujuh) hari sebelum hari raya keagamaan karyawan.

Contohnya bila hari raya Idul Fitri di tanggal 25 Juni 2017, 7 hari sebelumnya adalah tanggal 18 Juni 2017. Karena tanggal 18 Juni 2017 jatuh di hari Minggu, tentunya Anda akan menerima THR pada hari Jumat tanggal 16 Juni 2017.

Bagaimana bila Anda merayakan Natal, bukan Idul Fitri ?

Dalam prakteknya, semua karyawan akan mendapatkan THR ketika menjelang hari Idul Fitri, meskipun karyawan tersebut merayakan Natal atau hari raya agama lain. Hal ini lebih karena alasan kepraktisan dalam proses pembayaran bagi perusahaan.

2. Berapa besar THR yang akan saya terima ?
Bila sudah bekerja 12 bulan atau lebih berturut-turut, Anda akan diberikan THR sebesar 1 kali gaji bulanan Anda (gaji yang Anda bawa pulang setiap bulan).
Bila baru bekerja kurang dari 1 bulan, Anda tidak akan mendapatkan THR.
Bila sudah bekerja 1 bulan berturut-turut atau lebih, tinggal dikalikan saja : masa kerja (dalam bulan) dibagi 12, lalu dikalikan dengan gaji bulanan Anda.

Contohnya :
- Gaji bulanan Anda Rp 3.600.000,- dan sudah bekerja 18 bulan berturut-turut, maka THR Anda = Rp. 3.600.000,-
- Gaji bulanan Anda RP.3.600.000,- dan sudah bekerja 3 bulan berturut-turut, maka THR Anda = 3/12 x Rp. 3.600.000,- = Rp. 900.000,-
- Gaji bulanan Anda RP.3.600.000,- dan baru bekerja 24 hari, berarti Anda belum bisa mendapatkan THR

3. Berapa kali dalam setahun saya akan menerima THR ?
Perusahaan / Pemberi Kerja wajib memberikan THR satu kali setahun, terkecuali pada tahun tersebut terjadi lebih dari satu kali hari raya keagamaan yang sama (Contohnya, hari Idul Fitri pernah terjadi 2 kali setahun yaitu di tahun 2000. Hal ini mungkin baru bisa terjadi lagi sekitar 36 tahun setelahnya, yaitu di tahun 2036 atau 2037).

4. Siapa saja yang berhak mendapatkan THR ?
Yaitu semua pekerja / buruh / karyawan baik dengan PKWTT maupun PKWT, asalkan sudah bekerja minimal 1 bulan terus menerus dan masih aktif bekerja di Perusahaan / Pemberi Kerja tersebut. PKWTT artinya Perjanjian Kerja untuk Jangka Waktu Tidak Tertentu, awam sering menyebutnya dengan karyawan "tetap". Sedangkan PKWT artinya Perjanjian Kerja untuk Jangka Waktu Tertentu, awam sering menyebutnya dengan karyawan "kontrak" (untuk jangka waktu tertentu).

5. Bagaimana bila saya berhenti kerja atau di-PHK menjelang hari raya ?
Untuk pekerja / buruh / karyawan dengan PKWTT ("tetap"), bila berhenti bekerjanya mulai 30 hari sebelum hari raya, maka masih berhak atas THR sebesar satu kali gaji. Namun sayangnya ketentuan ini tidak berlaku untuk PKWT ("kontrak").

6. Bagaimana bila THR saya terlambat, atau bahkan tidak saya terima ?
Bila terlambat membayar, Perusahaan / Pemberi Kerja tetap berkewajiban membayar THR ditambah dengan Denda sebesar 5 % dari total THR yang harus dibayarkan sejak tanggal batas waktu pembayaran. Denda 5 % tersebut bukan dibayarkan kepada Anda, melainkan dikelola dan dipergunakan untuk kesejahteraan para karyawan sesuai dengan peraturan perusahaan / kesepakatan kerja bersama.

Bila tetap bandel dan tidak juga membayarkan THR, Perusahaan / Pemberi Kerja dapat dikenakan sanksi administratif (misalnya teguran, atau sanksi perijinan, dll).

Untuk Anda yang di Jakarta, apabila ada masalah dengan THR, bisa datang dan mengadu ke Posko Peduli Lebaran 2017. Lokasinya ada di Pusat Pelayanan Terpadu Satu Atap (PTSA) Kemnaker, Gedung B Kantor Kemenaker Jl. Gatot Subroto Kav. 51 Jakarta Selatan. Posko ini memberikan layanan mulai 08 Juni hingga 05 Juli 2017. Anda bisa juga menghubungi nomor telepon: 021 525 5859, Whatsapp: 081282407919 dan 081282418283, atau e-mail:poskothrkemnaker@gmail.com untuk menyampaikan keluhan.

Nah, demikianlah kira-kira beberapa hal terkait hak untuk menerima THR bagi para pekerja / buruh. Mudah-mudahan memberikan pencerahan, dan Anda mengetahui hak-hak Anda dengan lebih baik. (adw)

 

Lihat Semua Artikel / Berita